Tahapan Bermain pada Anak

Oleh Fuye Ongko, M.Psi

Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan oleh mahluk hidup, dari awal masa perkembangan sampai akhir hidupnya. Tidak hanya manusia yang bermain, binatang pun senang melakukan kegiatan ini.

Manusia mempunyai tahapan perkembangan bermain yang sesuai dengan perkembangan dirinya, yaitu sebagai berikut:

1. Sensori Motor ( 6 bulan – 1,5 tahun)

Di usia ini, panca indera anak masih pada tahap perkembangan. Kita tidak akan melihat anak bermain bola atau ular tangga. Permainan masih berupa stimulasi pada panca indera anak, misalnya diperdengarkan bunyi-bunyian, ekspresi wajah (ciluk ba), diberi belaian, dan lain-lain.

Saat anak sudah mulai bisa bergerak sendiri (merangkak atau berjalan), permainan yang ia lakukan lebih berupa eksplorasi dan memegang berbagai benda.

2. Bermain pura-pura (2-7 tahun)

Pada usia ini, kemampuan kognitif anak sudah mulai berkembang. Ia sudah bisa bermain pura-pura, dimana sebuah benda dimanfaatkan sebagai mainan, misalnya pulpen dan penggaris dijadikan pesawat, atau penghapus didorong seperti memainkan mobil-mobilan.

3. Permainan sosial (8-11 tahun)

Saat ini anak sudah berada pada usia sekolah, dimana selain belajar, kemampuan anak dalam bersosialisasi perlu dikembangkan. Melalui permainan yang dapat dilakukan bersama-sama dengan teman, kemampuan sosialisasi anak akan turut berkembang. Anak juga belajar mengenai peraturan , kerja sama dan  etika sosial (tidak boleh curang, taat pada peraturan permainan).

Sebagai catatan , saat ini permainan sosial sudah jarang dilakukan , sebaliknya anak lebih senang bermain games elektronik sendirian. Hal ini dapat mengganggu perkembangan anak selanjutnya (anak menjadi individualis,mau menang sendiri,kurang dapat bersosialisasi).

4. Permainan olahraga (11 tahun ke atas)

Permainan olahraga hampir sama dengan permainan sosial. Hanya saja pada permainan jenis ini terdapat prestasi yang harus dikejar oleh anak.

5. Berkhayal   (7 tahun ke atas)

Umumnya terjadi pada masa remaja, namun dari usia 7 tahun pun anak sudah dapat melakukan kegiatan ini. Sisi positif dari kegiatan ini adalah anak melatih problem solving, kreativitas dan mulai memikirkan tujuan hidup yang lebih tinggi.

Dirangkum dari berbagai sumber.

Penulis adalah Psikolog di SmileKids

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>