SmileKids Online

Your Best Partner in Maximising Your Children's Development


oleh Fuye Ongko, M.Psi

 

Di usia kanak-kanak Tajiri sangat terobsesi dalam mengumpulkan serangga. Ia yang kebetulan tinggal di daerah pedesaan hampir setiap hari bermain untuk mengumpulkan serangga. Karena obsesinya ini , Tajiri dijuluki Dokter Serangga oleh teman-teman sepermainannya. Tajiri didiagnosa menderita Asperger syndrome. Dimana penderita Asperger Syndrome umumnya memiliki minat yang berlebihan terhadap satu hal spesifik.

 

Menginjak usia remaja, Tajiri memiliki minat yang sangat kuat pada video game. Ia tidak hanya senang bermain video game, tetapi ia ingin tahu bagaimana sebuah game bisa bekerja. Ia sempat memenangkan kompetisi pencarian ide video game yang diadakan oleh Nintendo.

 

Obsesi-obsesi yang dimiliki oleh Tajiri membuatnya mengalami kesulitan di sekolah. Ia hampir tidak lulus sekolah karena terus memikirkan video games. Bahkan ia memutuskan tidak melanjutkan sekolah. Tajiri hanya mengikuti sekolah tehnik selama 2 tahun.

 

 

Satoshi Tajiri si dewa Pokemon

 

 

 

Sejak usia 17 tahun, Tajiri aktif menulis di majalah-majalah game. Ia juga terlibat dalam pembuatan beberapa game milik Nintendo. Puncaknya adalah ketika ia berhasil mengembangkan game Pokemon. Game ini betul-betul meledak di pasaran dan menyelamatkan pasar Game Boy (alat permainan buatan Nintendo) yang hampir bangkrut.

 

Pengetahuannya yang mendalam akan serangga dan fanatismenya terhadap game membuat Pokemon menjadi game yang masuk dalam kategori terbaik dan menciptakan wabah Pokemania di tahun 1999 sampai tahun 2000an.

 

Sampai saat ini Tajiri masih dalam obsesinya untuk terus mengembangkan game, ia bisa bekerja selama 24 jam dalam sehari.

Leave a Reply