Mengapa anak berkebutuhan khusus perlu mendapatkan terapi di klinik?

Oleh Fuye Ongko, M. Psi.

Seringkali sebagai orangtua , guru atau pengasuh dari anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus (autis,ADHD, MR, dan lain-lain), kita mempertanyakan mengenai terapi yang dilakukan di klinik. Apalagi bila kita sendiri sudah memiliki latar belakang atau pengetahuan mengenai terapi anak berkebutuhan khusus.

Terdapat hambatan tersendiri saat orangtua menterapi sendiri anaknya. Yang terutama adalah komitmen. Orangtua harus bekerja dan memiliki kegiatan lain, sehingga seringkali terapi yang ia lakukan sendiri tidak berjalan dengan waktu yang konsisten. Bila hal ini terjadi maka materi yang disampaikan kurang dapat diterima oleh anak secara berkesinambungan.

Faktor psikologis pun memiliki pengaruh yang tidak kecil. Saat melakukan terapi terhadap orang yang kita kenal (memiliki hubungan darah) terdapat hambatan emosional berupa objektifitas. Orangtua tidak “tega” untuk mendisiplinkan atau berusaha agar anak bisa memiliki sikap belajar yang baik ( di dalam hati ada pemikiran, “ah kasihan kalau dipaksa”).

Berbeda ketika orangtua mengikutkan anaknya pada terapi di klinik. Anak mendapatkan program terapi yang sudah tersusun jelas yang disampaikan dalam waktu yang berkesinambungan. Pelaksanaan terapi pun lebih objektif , terutama dalam pembentukan perilaku anak. Selain itu, akan lebih ideal ketika anak mendapatkan pemantauan (monitoring) secara khusus oleh proffesional yang ada di klinik (psikolog,dokter,terapis), sehingga orangtua mengetahui materi-materi apa yang sudah dikuasai anak juga perkembangan anak dalam berbagai aspek (emosi,sosial,kognitif, motorik). Orangtua juga mendapatkan masukan-masukan berupa program latihan yang dapat dilakukan di rumah .

Apa yang dituliskan di atas bukan berarti orangtua mempercayakan perkembangan anaknya 100% pada terapi di klinik namun lebih kepada penggambaran yang ideal untuk terapi bagi anak berkebutuhan khusus , yakni kombinasi antara pengasuhan orangtua yang didukung oleh bantuan proffesional dari klinik.

Penulis adalah Psikolog di SmileKids

One Comments

  1. yunita says:

    saya mengajar di sekolah umum di sebuah kepualauan yang tidak terdapat tempat terapis anak berkebutuhan khusus sementara ada dua anak berkebutuhan khusus yang di masukkan di sekolah kami, kami sangat membutuhkan informasi bagaimana kami bisa menangani anak kami yang berkebutuhan khusus sementara kami tidak memiliki pembekalan untuk masalah anak berkebutuhan khusus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>