oleh Fuye Ongko, M.Psi
Kesulitan belajar atau umumnya disebut learning disabilities adalah gangguan dengan tingkatan yang berbeda-beda yang berkaitan dengan penangkapan informasi atau belajar. Pada umumnya kesulitan belajar dibagi dalam 4 golongan yakni :

Dsylexia : kesulitan dalam memproses informasi bahasa
Dyscalcula : kesulitan dalam memproses informasi matematis
Dysgraphia : kesulitan yang mempengaruhi kesulitan dalam menulis
Non verbal learning disability :kesulitan dalam koordinasi motorik
Anak yang mengalami learning disabilities memiliki karakteristik :
- tingkat kecerdasan pada taraf rata-rata, bahkan lebih.
- Memiliki kemampuan adaptif yang baik (mandiri sesuai usianya).
- Kesulitan belajar yang dialami bukan disebabkan karena masalah fisik atau emosi.
Dari karakteristik di atas terkadang orangtua menjadi bingung, anak yang tidak memiliki masalah apa-apa, kenapa kok tidak bisa membaca dengan baik? Padahal IQ nya bagus dan tidak ada gangguan emosional.
Anak dengan kesulitan belajar, berdasarkan hasil penelitian dari Dr. Sally E Shaywitz dari Universitas Yale, mengalami gangguan secara neurologis. Dimana hal ini berarti anak mengalami kesulitan dalam menangkap dan memproses informasi berupa stimulus visual atau audio. Mereka dapat melihat dan mendengar , namun kesulitan untuk memproses informasi tersebut. Anak dengan kesulitan belajar bisa saja sangat baik dalam membaca tapi sangat buruk dalam mengeja (disebabkan karena pengorganisasian informasi yang kacau).
Penanganan , terutama dalam bentuk kurikulum belajar, perlu disesuaikan bagi anak dengan kesulitan belajar. Remedial akan sangat membantu bagi anak-anak ini.