Testimoni

 Kemajuan  setelah mengikuti terapi yang disarankan Smile Kids :

 Awal mengikuti terapi yang di sarankan Smile kids, Anak kami “ C “ tidak langsung kooperatif bahkan menolak mengerjakan apa yang diinstruksikan.

 Sikap yang di tunjukan ketika ia tidak mau di arahkan atau melakukan tugas adalah berteriak, menangis dan melompat-lompat sebagai luapan emosinya.

 Namun saya melihat upaya terapis sangat baik memperlakukan “C” ketika ia sedang emosional yaitu  dengan  attachment seperti memeluk, memberi kata-kata positif (Encouragment) sehingga timbul confidence “ C “ dan terlihat lebih tenang.

 Dan selama ini kami  kurang faham bahkan kami lebih sering ikut terpancing emosi dan memarahinya.

 Materi lain yang di berikan kepada “ C “ adalah sikap untuk mau menunggu, bergiliran dan memahami konsep kepemilikan yaitu barang atau benda milik orang lain boleh di pinjam dengan seijin pemilik dan tidak boleh diambil.

 Selain itu  “C”  dilatih untuk mampu mengelola emosinya dengan bantuan objek permainan dalam aktivitas ini juga “C” diberi pemahaman tentang menang ataupun kalah dan supaya ia bisa menerima dengan sportif ketika ia belum berhasil.

 Setelah mengikuti terapi banyak perubahan yang kami lihat dalam diri “ C “ yaitu ia lebih bisa diarahkan untuk sikap menunggu, bertanggung jawab atas apa yang sudah ia gunakan contoh  merapikan mainan, cukup bisa menerima kekalahan dengan hanya menunjukan sikap sedih tanpa marah-marah yang berlebihan dan kontak sosial dengan teman juga sudah cukup aktif seperti mengajak main  bersama di trampoline, ayunan dan mandi bola.

 Kesan dan pesan untuk orang tua lain :

 Orang tua harus lebih aware memperhatikan tumbuh kembang anak sehingga ketika melihat ada perilaku yang "berbeda" maupun kemempuan anak yang masih berada di bawah rata-rata bisa ditangani dengan baik.

 Klinik  tumbuh kembang anak adalah tempat yang paling tepat untuk menangani keterlambatan maupun gangguan tumbuh kembangnya melalui pemberian materi dan juga stimulasi sehingga dapat diperbaiki.

 Jangan pernah malu memiliki anak special needs karena ketika ia mendapatkan penanganan  dan arahan yang tepat akan memiliki potensi dan karya yang bisa diberdayakan