Pentingnya Orangtua Bermain Dengan Anak

Pentingnya Orangtua Bermain dengan Anak

Bermainadalah dunia anak-anak. Bermain sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Anak perlu bermain untuk menyalurkan energinya yang besar, bermain membuat anak-anak lebih ceria, dan dengan bermain mereka bisa belajar peran tertentu serta membantu mengendalikan kontrol tubuhnya. Bermain bukanlah kegiatan serius. Meski demikian penting untuk anak-anak melakukannya selama masa perkembangan. lewat bermain anak dapat menyerap pengetahuan dan belajar menyelesaikan masalah.

Pada dasarnya anak dapat bermain tanpa atau dengan ditemani orang tua. Namun, ketika orang tua mau melibatkan diri dalam permainan anak, terdapat banyak nilai positif yang didapatkan, baik untuk orang tua sendiri maupun bagi anak.

Temuan yang diakomodasi oleh IKEA di Inggris bisa dijadikan bahan renungan bagi seluruh orangtua di Indonesia. Seluruh responden yang terdiri dari anak dan remaja, semuanya (100%) kompak menjawab bahwa mereka lebih bahagia saat berinteraksi dengan orangtua, dibandingkan dengan gadget. Hasil studi tersebut mengungkapkan bahwa 55 persen anak-anak dan remaja mengaku menghabiskan waktu dengan keluarga, lebih membahagiakan dibandingkan bermain dengan gadget paling pintar sekalipun. Lalu, sebanyak 29 persen anak yang disurvei mengatakan,  bahwa makan malam bersama keluarga membuat mereka merasa disayang dan membuat mereka bahagia.  Kemudian,  20 persen lainnya, memilih  lebih senang membaca buku bersama orangtua dibandingkan bermain video games.

 

Ketika Orangtua Enggan Menemani Anak bermain

Ada kalanya anak butuh bermain sendirian untuk mengembangkan

imajinasi dan kreativitasnya.

Hal itu adalah benar, Akan tetapi penting untuk orangtua juga menemani secara berkala untuk beberapa alasan tertentu. Yakni:

-  Pertama, tidak semua permainan itu aman. Alat permainan secara tak sengaja bisa berbahaya bagi anak, misalnya karena tak pernah ikut bermain di taman. Anda tak tahu bahwa permainan ayunan yang suka dimainkan anak itu ada bagian besi berkarat dan berpotensi melukai anak.

- Kedua, bahaya efek negatif permainan. Anak bisa saja diam-diam telah mengunduh game yang bersifat destruktif, seperti game perkelahian yang mengandung unsur kekerasan dan bullying. Games semacam ini bukannya mendidik, justru memancing sikap agresif pada anak.

- Ketiga, mainan mahal dan menarik sekalipun tidak akan terasa menyenangkan jika dimainkan sendirian. Ya, apa artinya mainan play doh masak-masakan yang lengkap, jika anak hanya membuat kue sendiri, berjualan dan jadi pembelinya sekaligus. Justru mungkin lebih menyenangkan baginya bila Anda membuat sendiri adonan playdough sederhana dari tepung yang terlihat kurang menarik, tapi Anda bisa terlibat bermain bersamanya, misalnya sebagai pembeli kue buatannya.

 

Manfaat Orangtua

Mendampingi Anak Bermain

 


Bermain menjadi penting karena kegiatan ini mendukung kemampuan kognitif, emosional, perkembang fisik dan sosial anak. Akan tetapi sayangnya dengan perkembangan gaya hidup sekarang ini menyebabkan terjadinya penurunan waktu bermain pada anak.

Anak-anak prasekolah dapat mengembangkan kosakata mereka dan kemampuan bahasa pada saat bermain. Mereka dapat mengembangkan keterampilan motorik halus mereka dengan bermain tanah liat, merangkai manik-manik atau kegiatan lainnya. Keterampilan motorik kasar dapat dikembangkan dengan bermain bola, lompat tali dan berjalan.

Bermain dengan orang lain memungkinkan anak untuk belajar bagaimana bekerja dalam sebuah tim, berbagi, bernegosiasi, mendengarkan dan menyelesaikan konflik. Bermain sendiri juga dapat melatih si kecil dalam mengambil keputusan, mengeskplorasi imajinasi dan kreatifitas mereka serta menemukan minat baru.

Anda jadi tahu permainan atau jenis mainan favorit anak. Jangan sampai Anda malah memilihkan mainan yang terlalu rumit, atau sebaliknya terlalu mudah, sehingga anak pun bosan karena Anda tidak mengenal jenis-jenis permainan kesukaanya. Hal-hal seperti ini hanya dapat di ketahui apabila orangtua mengajak anaknnya bermain bersama.

Memilih Jenis Permainan yang Tepat Sesuai Usia Perkembangan Anak


Permainan edukatif yang baik adalah permainan yagn sesuai dengan tahap perkembangan anak, juga dapat dimainkan dengan banyak cara. Tujuannya adalah untuk merangsang perkembangan fisik, mental, dan intelektual anak dengan baik.

Beberapa contoh mainan yang dapat dipilih sesuai dengan tahapan usia anak:

-          Usia 0-3 bulan. Mainan yang sesuai untuk anak usia nol sampai enam bulan, yakni mainan bergerak yang digantung, mainan berbentuk alas, mainan dengan warna cerah, serta mainan yang merangsang bayi untuk aktivitas menendang dan mengeluarkan musik.

-          Usia 3 – 6 bulan. Mainan untuk anak usia tiga sampai enam bulan, yaitu mainan untuk digigit (teethers), mainan cermin yang dipasang di boks bayi, mainan tombol tekan, mainan untuk menemani saat mandi, dan mainan yang terbuat atas kain dengan tekstur berbeda yang bisa diraba bayi.

-          Usia 6 – 9 bulan. untuk anak usia enam sampai sembilan bulan, mainan yang cocok adalah boneka lembut berbentuk binatang, mainan yang ada tombol pop-up, dan bola mainan yang bisa bergulir.

-          Usia 9 – 15 bulan. yakni mainan dengan bentuk warna-warni, mainan musikal, mainan tumpuk dan susun, meja aktivitas, mainan yang merangsang anak untuk berinteraksi, serta balok-balok berbilah besar membuat si Kecil asyik menyortir dan menyusun benda yang disukai berusia satu tahun. Selain itu, menara susun ini melatih keterampilan spasial sederhana si Kecil dengan menyusunnya sesuai ukuran.

-          Usia 15-18 bulan. Di usia ini si Kecil mulai mengesplorasi lingkunganya, rasa keingintahuannya sangat besar dan selalu mencoba mempelajari hal baru setiap ada kesempatan. Berikan sekotak peralatan dapur yang aman untuk di acak-acak, atau buku warna bergambar binatang, krayon, kotak makanan, dan permainan teka-teki sederhana. Mainan yang mendorong kemampuan berjalan seperti mainan yang bisa didorong atau ditarik bagus juga diberikan pada mereka. Hati-hati dengan benda kecil seperti krayon dan koin, di usianya, mereka senang memasukan benda-benda kemulutnya.

-          Usia 2 tahun. Di usia ini kemampuan berjalan si kecil sudah semakin baik. Dengan kemampuan berjalanya dia akan mengeksplor bagian-bagian rumah, hilir mudik ke berbagai ruangan. Berikan mainan yang dapat ditendang atau dilempar seperti bola. Mainan balok yang dapat di susun, krayon dan kertas untuk corat-coret bagus juga diberikan pada mereka. Sebagai alternatif, ayah bunda dapat pula memberikan mainan yang dilengkapi dengan lagu-lagu anak, mainan perkakas tukang, telefon, dan peralatan minum teh.

-          Usia 3 tahun. Di usia ini kontrol terhadap mata dan gerakan tangan sudah jauh membaik. Buku bergambar, mainan konstruksi, mainan lilin yang bisa dibentuk, menyusun puzzle, cat air, dan bermain pasir dapat mempertajam koordinasi gerak dan kreatifitas mereka.

-          Usia 3,5 sampai 4 tahun. Di usia ini koordinasi gerak tubuh, tangan, mata, dan kemampuan bersosialisasi mereka sudah jauh membaik. Si Kecil sudah dapat mengendarai sepeda roda tiga, mobil-mobilan dan memanjat arena bermain. Daya imajinasinya yang sudah berkembang membuat si Kecil senang berhayal dan berperan sebagai orang dewasa.

-          Usia 4 – 5 tahun. Pada usia ini anak dapat menggunakan jenis mainan seperti monopoli, ular tangga atau lego. Selain itu anak akan belajar untuk angka dan waktu seperti permainan sempoa, model huruf dan angka. Bahkan dengan teknologi yang semakin berkembang anak dapat bermain dengan permainan komputer atau aplikasi pada gadget asalkan dilakukan pengawasan orangtua.