Pentingnya membangun Komunikasi Positif dengan Anak

 

Manfaat menjaga komunikasi Positif dengan anak

Bagaimana perkembangan anak bisa dilihat dari bagaimana bentuk komunikasi antara orangtua dan anak yang terbangun sejak anak kecil, bahkan sejak lahir. Namun, banyak orangtua mungkin tidak menyadari hal ini. Komunikasi dengan anak mungkin dianggap sebagai hal yang sederhana dan terkesan mudah dilakukan, namun ternyata memiliki manfaat yang besar terhadap perkembangan anak.

Membangun komunikasi yang positif sejak anak kecil dapat membantu dalam mengembangkan kepercayaan diri anak, membangun harga diri anak, membangun konsep diri anak yang positif, dan dapat membantu anak dalam membangun hubungan dengan orang lain yang ada di sekitarnya. Mungkin Anda suka melihat anak kecil yang pemalu di depan umum, hal ini mungkin salah satu alasannya disebabkan karena komunikasi orangtua dengan anak kurang terjalin dengan baik.

Komunikasi dengan anak yang terjalin dengan baik juga dapat membuat hubungan anak dan orangtua terasa menyenangkan. Sebaliknya, komunikasi yang terjalin dengan buruk dapat membuat anak tidak menghormati orangtuanya, sering terjadi pertengkaran antara anak dan orangtua, dan perasaan tidak berharga pada anak.

Komunikasi antar orangtua dan anak yang baik dapat mempererat hubungan orangtua dan anak. Hal ini tentu membantu orangtua dalam memahami setiap perkembangan anak-anaknya. Perlu diingat bahwa perkembangan anak bisa berbeda-beda di tiap usianya. Dengan berkomunikasi, orangtua bisa mengetahui seperti apa anak mereka, apa yang mereka suka lakukan, dan tidak suka lakukan.

Beberapa psikolog juga telah menemukan bahwa anak yang menjalin komunikasi baik dengan orangtuanya memiliki risiko yang lebih rendah untuk melakukan hal-hal buruk, seperti merokok, mengkonsumsi narkoba, minum minuman alkohol, penyimpangan seksual, serta kekerasan. Jadi, temukan pola komunikasi Anda dengan anak yang baik dan membuat anak nyaman akan hal tersebut. Beberapa anak mungkin tidak terlalu nyaman jika orangtua mengetahui setiap apa yang dilakukan anak. Kuncinya adalah menjadi ingin tahu tanpa mengganggu anak.

 

Mengembangkan Komunikasi Positif

Membangun komunikasi penting untuk orangtua lakukan dengan anak, namun kadang kala cara penyampaian pesan yang dilakukan oleh orangtua kurang tepat sehingga sulit untuk orangtua membangun komunikasi yang baik dengan anaknya. Kendati menciptakan suasana positif, orangtua justru memberikan contoh buruk bagi anak.
Dalam berkomunikasi, cara penyampaian positif  dapat diterima anak dengan baik dan menjadikannya pribadi yang positif pula.

Hindari ‘Melarang’

Apabila anak melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan, lebih baik orangtua memberikan informasi pada anak terkait alasan mengapa hal itu tidak seharusnya dilakukan. Misalnya, “Rama, di sini banyak batu. Kalau lari bisa terjatuh dan terluka.”

Cara lain, berikan alternatif pengganti aktivitas yang lebih menyenangkan. Misalnya, “Rama, di sini banyak batu. Lebih baik kita main bola di rumput situ, yuk!”

Contoh lain, saat anak menggigiti pensilnya, daripada mengatakan “Jangan gigit-gigit pensil!”, ganti respon Anda menjadi: “Rama, pensilnya lebih keren kalau dipakai menggambar, deh. Oh ya, kamu udah bisa gambar apa?” sambil memberikan kertas kosong.

Tinggalkan Kritik dan Cela

Jika anak sering moody, misalnya mudah menangis, sebisa mungkin hindari mengkritik negatif atau mencela anak. lebih baik berikan konfirmasi pada anak. Bangun percakapan dan cari tahu mengapa ia sering menangis. Katakan, “Kamu lagi merasa tidak nyaman, ya? Atau kamu merasa tidak tenang?” Jika anak mengiyakan, lanjutkan dengan, “Oke, kalau kamu merasa tidak nyaman, it’s okay. Nanti cerita sama Mama, ya.”

Pahami terlebih dahulu apakah ekspektasi orangtua normal atau tidak dan jangan membuat anak merasa tertolak dengan kata-kata yang kasar dan menyebabkan anak menjadi kurang percaya diri.

Lawan Ketidakpuasaan

Sebagai orangtua, ada kalanya keadaan tidak seperti yang diharapkan. Misalnya anak Anda sering mendapat juara 1 di kelas dan tiba-tiba rankingnya turun. ketimbang memberikan tuntutan pada anak untuk memenuhi harapan-harapan tertentu, bantu dia menciptakan cita-citanya sendiri. Tanyakan pada anak, apakah ia cukup puas dengan yang dia capai sekarang.

Misalnya, tanyakan pada anak, “ Wah, kamu hebat, ya! Siapa yang juara 1 di kelas? Kamu pengen juara 1 juga nggak?” Jika anak cukup puas dengan prestasinya, hargai kepuasannya. Namun jika ia ingin mencapai prestasi yang lebih, katakan, “Oh, kamu ingin juara 1 juga? Hebat! Kalau begitu, belajarnya harus lebih rajin, ya”.

 

Tak Perlu Membandingkan

Membanding-bandingkan anak dengan anak lain dapat menyakiti hatinya. Daripada membandingkannya dengan anak lain, lebih baik bandingkan anak dengan dirinya sendiri. dapat diambil contoh jika anak merengek minta disuapi makan padahal teman-teman seusianya sudah bisa makan sendiri.

Orangtua bisa membantunya, katakan, “Eh, kemarin Mama lihat kamu sudah bisa makan sendiri. Hebat, ya. Hari ini pasti bisa juga, dong, makan sendiri?” Cara lain, berikan ia contoh model orang tuanya sendiri. Misalnya, ceritakan bagaimana dulu Mama senang sekali ketika sudah bisa makan sendiri.

Pahami juga bahwa setiap anak berbeda. Misalnya, teman-teman di kelasnya bisa menari dengan baik saat pentas di sekolah, sementara anak Anda hanya diam terpaku di atas panggung. Tak perlu membandingkannya. Tanyakan apa yang membuatnya tak ingin menari dan pahami kemungkinan ia tidak menyukai kegiatan tersebut. Cari alternatif kegiatan lain yang disukainya, dan jangan lupa puji ia saat melakukannya dengan baik.

 

Tidak hanya berbicara, tetapi juga mendengarkan anak 

Membangun komunikasi yang baik dengan anak tidak hanya melibatkan berbicara saja, tapi juga orangtua harus mendengarkan anak. Jadi, komunikasi dua arah dapat terjadi antara orangtua dan anak. Kemampuan Anda dalam mendengarkan anak dirasa sangat penting untuk membangun komunikasi yang efektif.

Selain kemampuan mendengarkan, beberapa cara dalam membangun komunikasi dengan anak yang baik adalah:

  • Luangkan waktu beberapa saat setiap hari untuk berbicara dan mendengarkan anak.
  • Memerhatikan apa yang sedang anak bicarakan pada Anda. Sebisa mungkin Anda hanya fokus mendengarkan anak, tidak sambil menonton televisi atau memegang hp. Hal ini juga dapat mengajarkan anak bagaimana cara menjadi pendengar yang baik.
  • Mendorong anak untuk mengungkapkan ide-ide maupun opininya terhadap suatu hal. Biarkan anak bertanya apapun pada Anda dan sebisa mungkin beri anak jawaban yang baik. Ini merupakan salah satu bentuk komunikasi positif antar orangtua dan anak (berbicara dan mendengarkan secara bergantian).
  • Jangan takut untuk membahas hal-hal yang penting, memberi feedback pada anak, jangan sampai berteriak atau berbicara kasar yang dapat menyakiti hati anak. Ingat, Anda adalah panutan bagi anak.