Berharganya Aku


Bukan salahnya jika belangnya berwarna merah muda ! dia berbeda dan tidak ada yang bisa ia lakukan . seringkali ia berpikir mengapa macan kumbang yang lain tidak memahaminya ? ia sudah melakukan segalanya untuk menghilangkan belang merah mudanya. Lily pernah mencoba menggosok gosok dan mencucinya. Ia pernah mencoba membilas belangnya. Mencatya hitam pun pernah dicobanya, tapi kemudian warna merah mudanya muncul kembali. Semuanya yang ia coba tidak berhasil. Setelah itu ia sadar bahwa tidak ada yang bisa ia lakukan

Suatu hari empat anak macan kumbang mengganggunya. Lily akhirnya memutuskan untuk melarikan diri dari rumah. Ia sudah muak. Ia berlari secepat mungin ke dalam hutan. Selama berjam jam Lily berlari, berhenti hanya ia lakukan untuk beristirahat dan membasuh air matanya

Akhirnya Lily beristirahat di tanah lapang dan tertidur. Ia terbangun karena sebuah lidah menentuh hidungnya dengan halus. Ketika ia membuka matanya. Ia melihat sesuatu yang menakjubkan. Dihadapannya berdiri seekor macan kumbang yang amat besar dengan belang berwarna hijau terang ! begitu terkejutnya Lily, Ia berkedip dua kali untuk memastikan bahwa ia tidak bermimpi, ia sering memimpikan macan kumbang lain dengan warna belang yang berbeda, tapi ia tidak pernah membayangkan mereka benar-benar ada. Macan kumbang besar berbelang hijau terang memberi tahu namanya adalah Lenny dan ia bertanya apa sebabnya Lily jauh dari rumah. Keyakinan dan kebahagiaan tampak terpancar dari macan kumbang besar itu, matanya memancarkan kebaikan, lily pun merasa aman dan tidak lama kemudian ia menceritakan kisahnya

Lenny mendengarkan penuh perhatian. Setelah Lily selesai bercerita, tangan Lenny yang hangat memeluknya dan membasuh air matanya. Kemudian Lenny tersenyum dan berkiata “ yang kamu butuhkan adalah rasa hormat terhadap dirimu sendiri “
“ Oh ya ?” Tanya Lily “ maksudnya apa ?”
“ Rasa hormat terhadap diri sendiri maksudnya menyukai diri sendiri, bahkan ketika yang lain tidak menyukaimu “ kata Lenny “ artinya menghargai semua hal yang istimewa tentang dirimu”

“ Tidak ada yang istimewa tentang diriku, kecuali belang merah muda ini dan aku membencinya !” tangis Lily “ aku sangat aneh, dan jelek ! coba aku tidak pernah lahir !”
“ jangan konyol “ kata Lenny “ kamu istimewa sekali, tidak ada yang seperti kamu diseluruh dunia, dan aku bisa melihat kamu punya sangat banyak hal baik “ Lenny diam sesaat, sepertinya ia sedang berpikir “ aku punya akal “ katanya “ mari kita buat daftar hal hal yang kamu sukai tentang dirimu “
“ Baiklah “ kata Lily sedikit cerita, ia duduk sejenak dan berpikir, kemudian berkata “ Mmmm… aku sebetulnya baik dan penuh perhatian, dan aku mencoba untuk ramah, aku selalu membantu ayah dan ibu dan aku sangat penyayang …” Lily diam sesaat, suaranya mengecil.

Lenny menganggukkan kepalanya untuk memberi Lily semangat. Lily merasa tenang sekali dan melanjutkan kata katanya. “ aku memiliki mata emas yang cantik, dan aku adalah pelari yang sangat cepat, aku berani adu kuat dan….”

Tepat saat itu Lucy dan Laura muncul, Lucy dipenuhi belang berwarna biru, sedangkan Laura berwarna ungu. Begitu mereka melihat Lily, mereka senang, mereka tersenyum lebar dan berlompatan “ kamu cantik sekali, warna jasmu juga bagus “
“ Terima kasih “ jawab Lily tersenyum, seketika ia pun merasa lebih enak
“ Berbeda itu tidak apa kok “ pikirnya “ Malah menurutku belangku sebetulnya cantik ! kalau macan kumbang lain tidak suka dengan belang merah mudaku ini karena mereka tidak tahu apa-apa. Aku baik baik saja kok, aku senang aku ini unik “

Lily kembali bermain bersama teman warna warninya selama beberapa jam selanjutnya, tapi begitu matahari mulai terbenam, Lily mulai memikirkan keluarganya. Mereka mungkin khawatir , pikirnya. Lil melambai pamit pada Lenny, Lucy dan Laura, ia berjanji bahwa ia akan segera mengunjungi mereka lagi, kemudian ia pulang

Dalam perjalanan pulang, ia memandang matahari terbenam, untuk pertama kalinya , ia menyadari begitu banyak warna yang cantik di langit . Langit penuh warna merah muda, biru, hijau, ungu dan oranye. “ Cantik sekali “ pikirnya “ kenapa sebelumnya aku tidak memperhatikan warna warna itu ya “

Setibanya Lily dirumah, ibu dan ayah dan kedua kakaknya berlarian menjemputnya. Semakin mereka dekat, semakin mereka menyadari yang berbeda tentang Lily. Wajahnya penuh sinar dan berbinar. Kepalanya tegak tinggi di udara sembari ia berjalan menuju mereka dan ia tersenyum hangat kepada mereka “ Dia cantik sekali “ pikir mereka. Mereka pun berpikir kenapa mereka tidak menyadari sebelumnya

 

Pada dasarnya anak perlu mengetahui bahwa dirinya unik dan berharga! Dan mereka layak untuk dicintai. Dengan demikian mereka akan menghargai dirinya sendiri bahkan mampu menghargai orang lain.  Penghargaan terhadap diri sendiri adalah titik awal kepercayaan diri anak  bertumbuh.

Apabila anak tidak mengetahui kebenaran tersebut, ia akan malu tampil di mana saja dan kapan saja, sehingga dikuatirkan ia terjebak pada perilaku menyimpang dan kemampuan sosialnya pun tidak berkembang. Anak menjadi minder

 Di sinilah sebenarnya peran penting  orangtua, yaitu membantu menanamkan nilai-nilai positif tentang penghargaan terhadap diri anak  dan menumbuhkembangkan rasa percaya diri.  Sebagai orangtua yang bijak kita  perlu melakukan hal itu secepat mungkin. Kalau terlambat, berbagai persoalan negatif akan menimpa diri anak sepanjang kehidupannya. Setiap anak berbeda, unik dan berharga bahkan anak kembar sekalipun.

Dari cerita di atas “Lily si Macan Kumbang,”  kita bisa melihat dan menarik kesimpulan perlakuan yang berbeda pada anak-anak kita akan melukai mereka. Dan membuat mereka menarik diri dari lingkungan sosial mereka. Bukankah setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang dan pujian yang sama?

“Penghargaan berarti tahu bahwa diriku unik dan berharga”, Lily tahu dirinya unik tetapi  ia tidak menyadari bahwa ia begitu berharga!

Pengakuan dan penerimaan kita terhadap anak-anak kita akan membangkitkan semangat mereka, mampu membuat mereka  bangga dan tersenyum menghadapi segala situasi.

Bagian dari menghargai diri sendiri adalah anak menemukan  atau mengetahui sifat-sifat positif mereka. Dan bimbinglah mereka untuk bisa menemukan sifat-sifat positif dalam diri orang lain juga.  Ajarkan anak “Bila kita menghargai orang lain, orang lainpun akan menghargai kita.

Orang tua adalah panutan anak-anak, jangan sampai sekali-kali mencela anak, karena anak justru akan belajar memaki siapa saja, termasuk terhadap orangtuanya. Sikap orangtua yang otoriter dan suka mendikte, juga hanya akan membuat anak makin kehilangan percaya diri dan harga diri.

Mari kita menjadi orang tua yang bijak, Kasih dan disiplin, punishment  and reward harus berjalan seirama.