Dongeng atau bercerita

Dongeng adalah jembatan yang bagus untuk mendekatkan orang tua dengan anak serta menanamkan nilai-nilai positif pada si kecil. Sayangnya cara ini sering diabaikan. Orang tua lebih suka mengajak anak jalan-jalan ke mal ketimbang mengajak ke taman dan mendongengi mereka dengan cerita-cerita yang baik. Dan tampaknya mendongeng mulai jarang dilakukan oleh para orang tua jaman sekarang. Padahal, anak akan belajar banyak dari pengalaman “yang didongengkan”  baik itu dongeng fakta ataupun fiksi. Sebenarnya, ada banyak manfaat mendongeng untuk anak antara lain: 

A.Merekatkan hubungan anak dan orang tua 

Menurut ketua Komisi Nasional Anak (Komnas Anak) Seto Mulyadi di era globalisasi seperti sekarang ini, komunikasi antara orang tua dan anak makin dangkal. Selain itu, orang tua juga cenderung menyerahkan pengasuhan anak pada suster. Akibatnya, anak tidak bisa berdialog dan kehilangan kreativitas. Ini dapat melahirkan problem kejiwaan pada anak. Melalui kegiatan mendongeng, orang tua dan anak akan memiliki waktu bersama sehingga secara tidak langsung akan dapat merekatkan hubungan antara keduanya. 

B.Melatih kemampuan imajinasi anak 

Dengan mendongeng, kognitif dan emosi anak akan terstimulasi. Mereka akan mendapatkan gambaran tentang tokoh-tokoh dalam cerita-cerita khayalan yang mereka dengar, serta contoh-contoh cara si tokoh dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Melalui hal ini, imajinasi anak akan melompat tinggi saat dongeng dituturkan. Dengan demikian, imajinasi dan kreativitas anak akan terlatih. 

C.Kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai positif 

Melalui cerita yang didongengkan, anak akan belajar dari karakter-karakter yang ada di setiap –termasuk dari  tokoh antagonis dan protagonisnya-. Kesempatan ini dapat dipakai untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai positif  pada diri anak. 

D.Menimbulkan minat baca

Orang tua yang suka membacakan cerita akan membantu anak suka membaca, karena kerap mendengar cerita atau dongeng, anak-anak kemudian dapat meneruskan cerita yang didengarnya atau bahkan membuat cerita sendiri. Inilah sebagian kunci sukses para penulis cilik Indonesia.

E.Membiasakan anak belajar bahasa

Dengan mendengar dongeng, anak dapat belajar perbendaharaan kata baru yang mungkin belum pernah ia dengar sebelumnya. Selain itu, ia juga akan terbiasa mendapat contoh penuturan kalimat yang tertata dengan baik. Bagi anak usia batita, perkembangan kemampuan bahasanya tumbuh sangat cepat; oleh karena itu  dongeng dapat membantu meningkatkan kemampuan berbahasanya. 

Sebuah survey di Canada juga mencatat bahwa semakin sering anak membaca, semakin berkembang kemampuan komunikasinya. Seorang anak yang membaca buku berkali-kali dalam sehari memiliki kemampuan berkomunikasi lebih dari 2 kali lipat anak yang membaca buku hanya beberapa kali dalam seminggu.