Speech Delay

Komunikasi merupakan hal yang sangat penting untuk berinteraksi di masyarakat. Melalui bahasa, anak dapat mengerti percapakan orang lain dan mengungkapkan keinginan maupun perasaaannya sehingga tercipta interaksi yang baik antara si anak dan lingkungannya. Dalam kenyataannya, sering dijumpai keluhan orang tua yang mengatakan bahwa anaknya mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Seharusnya masalah komunikasi tidak akan terjadi jika perkembangan bahasa anak berkembang sesuai dengan standar usianya. Namun jika hal ini terjadi, ada kemungkinan anak tersebut mengalami keterlambatan bicara (Speech Delay).

 

Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya Speech Delay antara lain :

1.Kurangnya Stimulasi 

Perkembangan bahasa harus diberi stimulasi. Jika anak tidak diperkenalkan pada perbendaharaan kata yang baru, jarang diajak bicara, dibiarkan menonton TV terlalu lama, maka perkembangan bahasa dapat terhambat.

2.Komunikasi lebih dari 1 bahasa (Bilingual atau trilingual)

Kemampuan pembelajaran bahasa setiap anak tidak sama antara satu dengan yang lainnya. Ada diantara mereka yang bahkan menjadi bingung dengan penggunaan komunikasi yang lebih dari 1 bahasa (Bilingual atau trilingual), akibatnya perkembangan bahasa mereka menjadi tidak optimal.

3.Gejala tumbuh kembang lain, speech delay dapat juga merupakan indikasi dari gangguan tumbuh kembang seperti autis, mental retardasi atau yang lainnya. 

Dalam menentukan diagnosa ini lebih baik dikonsultasikan pada psikolog atau dokter agar tidak salah dalam menangani anak. Jika terjadi salah diagnosa, maka pemberian treatment pun juga tidak tepat sehingga perkembangan anak menjadi tidak maksimal.

4.Gangguan Oral Motorik

Beberapa gangguan oral motorik seperti lidah yang pendek, rahang yang kaku dapat mempengaruhi kemampuan bicara anak.

Pada prinsipnya, semakin dini penanganan yang diberikan maka akan semakin cepat dalam mengejar ketertinggalannya. Walaupun demikian, pemberian treatment harus tepat dan intensif.