Bobo dan Ben 10

oleh Fuye Ongko

Seringkali kita bingung ketika anak-anak mengeluarkan kata-kata yang kasar atau melakukan tindakan agresif terhadap anak atau orang lain seperti memukul, menendang dan lain-lain. Padahal ketika kita ingat-ingat, tidak pernah sekalipun sebagai orangtua atau guru kita mengajarkan hal-hal negatif tersebut.

Perilaku yang diobservasi ditiru oleh anak

Ketika informasi datang, manusia menangkapnya melalui panca indera yang dimiliki, kemudian diteruskan dan diproses di otak yang merupakan pusat dari kegiatan kognitif serta emosi. Informasi yang diterima oleh anak tidak terbatas, panca inderanya dapat menyerap informasi dari mana saja tanpa adanya batasan. Saat ini televisi dan media elektronik lainnya memegang peranan penting dalam penyebaran informasi.

Seberapa sering anak Anda menonton televisi dan berapa lama serta apa saja yang ditonton turut mempengaruhi tingkah laku yang terbentuk. Jangan menganggap enteng hal ini!

Pada tahun 1961, jauh sebelum televisi menjadi benda yang populer, Albert Bandura, mengadakan penelitian mengenai tingkah laku agresif. Penelitiannya tergolong fenomenal pada masa itu dan efeknya ada sampai sekarang. Dalam ilmu psikologi sosial, penelitiannya diberi julukan Bobo Doll experiment .

Di dalam penelitiannya , seorang anak dan seorang dewasa ditempatkan pada satu ruangan dimana anak bermain dengan permainannya sementara orang dewasa bersama dengan Bobo Doll. Saat bermain, orang dewasa tersebut melakukan tindakan kekerasan seperti memukul kepala Bobo Doll, menendang , dan lain-lain.

Kemudian anak dimasukkan ke dalam sebuah ruangan namun kali ini tidak ada orang dewasa yang menemani. Anak diberikan berbagai permainan termasuk boneka Bobo Doll. Sebagian besar anak (dalam jumlah yang signifikan) yang melihat model orang dewasa melakukan kekerasan juga turut melakukan kekerasan terhadap boneka Bobo Doll.

Dapat disimpulkan bahwa observational learning (belajar melalui pengamatan terhadap suatu kondisi) mempunyai pengaruh yang besar pada anak.

Ben 10 mengandung banyak unsur kekerasan

Saat ini, film-film bahkan kartun sekalipun memiliki unsur kekerasan yang tergolong tinggi mulai dari film Ben 10 sampai kepada reka ulang kejadian kriminal pada acara informasi kriminal di televisi (yang tayang di siang dan sore hari). Bilamana di tahun 1961 dengan observasi sederhana terhadap Bobo Doll anak-anak dapat dengan mudah meniru tindak kekerasan, apalagi di jaman sekarang ini.

Oleh karena itu tidak ada salahnya bersikap bijak dalam memilih dan mengawasi informasi yang akan diserap anak-anak kita, sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.

Penulis adalah Psikolog di klinik SmileKids.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>