Asperger’s Syndrome, fenomena Profesor Kecil

oleh Fuye Ongko, M.Psi

Gangguan ini mendapatkan nama sesuai dengan nama penemunya yaitu Hans Asperger, seorang dokter dari Vienna di tahun 1944. Asperger’s Syndrome adalah gangguan neurologis yang secara mendasar mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bersosialisasi secara memadai. Gangguan ini mempengaruhi kemampuan kognitif, sensori maupun sosial dari seseorang.

Sampai saat ini penggolongan Asperger’s Syndrome masih menjadi kontroversi. Sebagian ahli menganggap hal ini merupakan bagian dari spektrum autis , tergolong high functioning autism. Sebagian lagi menganggap Asperger’s Syndrome merupakan salah satu tipe dari nonverbal learning disability.

memiliki minat sangat spesifik

Karakteristik individu dengan Asperger’s Syndrome adalah sebagai berikut :

  • Memiliki tingkat kecerdasan paling sedikit rata-rata dan memiliki kemampuan yang sangat tinggi di bidang tertentu.
  • Pada anak-anak mereka terlihat sangat terobsesi pada suatu bidang tertentu. Menjadikan mereka seperti proffesor kecil. Mereka terus berbicara mengenai hal tersebut.
  • Kurang menyadari adanya batasan pada jarak sosial. Berdiri terlalu dekat dengan orang lain dan tidak mengerti mengapa orang lain merasa tidak nyaman akan hal tersebut.
  • Kurang tertarik dalam berdialog. Lebih terlihat bermonolog, atau berbicara sendiri mengenai topik yang ia ingin bicarakan.
  • Sangat kaku terhadap perubahan. Bisa marah karena barang-barangnya dipindahkan.
  • Sangat sensitif terhadap gangguan seperti suara tetesan air, dan lain-lain (oversensitive senses)
  • Berbicara dengan nada suara yang monoton.

Bila tidak diarahkan dengan baik, anak dengan Asperger’s Syndrome akan menderita depresi karena sulit untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. Mereka kerap menjadi korban bullying karena dianggap aneh.

Sebaliknya melalui bimbingan yang tepat, mereka akan berkembang menjadi ahli-ahli di bidang yang sangat spesifik. Usahakan untuk selalu memberikan pujian secara jelas bila anak ini melakukan respon sosial yang baik . Contoh : “ Budi, saya sangat menghargai saat kamu mau membagi kue dengan temanmu “. Selain itu jangan lupa untuk selalu memberitahukan jadwal harian kepada anak, juga mengantisipasi bila terjadi perubahan jadwal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>