SmileKids Online

Your Best Partner in Maximising Your Children's Development

Archive for July, 2010

oleh Fuye Ongko, M.Psi

Mengalami kelainan pada otak merupakan suatu hal yang berat bagi siapapun yang mengalaminya. Termasuk bagi seorang Kim Peek. Ia dilahirkan dengan kelainan pada otak (macroechepaly, kerusakan pada cerebellum, kelainan pada corpus callosum – menyebabkan penghubung otak kanan dan kiri terputus ) Berbagai kelainan ini menyebabkan terjadinya hambatan di beberapa aspek kehidupan Kim, ia baru bisa berjalan pada usia 4 tahun, ia juga mengalami hambatan dalam berosialisasi, serta adanya kelainan pada tingkat kognitif (IQ = 87, di bawah rata-rata dengan nilai subtest yang ekstrem, beberapa jatuh pada golongan retardasi mental, beberapa jatuh pada golongan tertinggi).

Kim dianugerahi kemampuan membaca dan ingatan yang luar biasa. Pada usia 18 bulan ia mampu menghafal isi buku, dan sampai akhir hidupnya (usia 58 tahun), Kim sudah menghafal 9000 buku. Kim mampu membaca dengan cara yang unik, mata kanan membaca satu halaman dan mata kiri membaca halaman yang lainnya. Memori Kim merekam 15 jenis bidang (secara mendalam), sejarah Amerika, karya Shakespeare, geografi, dan lain-lain.

Pembuatan film Rain Man yang terinsiprasi dari kehidupan Kim membawanya ke dalam popularitas. Film ini sendiri memenangkan Oscar pada tahun 1988. Kemampuan Kim dalam bersosialisasi pun mulai meningkat bersamaan dengan banyaknya wawancara yang harus ia hadiri dan berbagai acara TV yang ingin menghadirkan dirinya.

Melihat jalan hidup Kim Peek dapat membuat orang lain sedikit iri dengan apa yang ia miliki. Tetapi apakah terpikir bagaimana kekhawatiran orangtua Kim saat anaknya belum mampu berjalan ? (bahkan di usianya yang sudah 3 tahun), atau kecemasan mereka dengan penampilan fisik Kim yang abnormal. Hasil test IQ Kim juga tidak bisa dikatakan melegakan mengingat terdapat nilai-nilai yang secara ekstrem berada di golongan paling bawah.

Melalui kesabaran dan ketekunan keluarga dalam mendukung Kim, pada akhirnya kelainan otak yang ada di dalam dirinya tidak menjadi penyakit yang mengerikan, namun sebaliknya hal ini menjadi hadiah yang indah bagi masa depan Kim Peek.

oleh Fuye Ongko, M.Psi

Saat berhadapan dengan anak berkebutuhan khusus, seringkali masyarakat lebih menekankan pada kekurangan yang ada pada anak dan segala sesuatu yang perlu dikembangkan, mengesampingkan bahwa setiap individu memiliki kelebihan tersendiri. Kata savant sangat jarang kita dengar, mungkin perbandingan kita mendengar kata savant dan autis adalah 0.5 : 10…..10x kita mendengar kata atau predikat autis, tapi hampir tidak pernah mendengar mengenai savant.

Apa itu savant ?

Daroll Treffert, seorang ahli yang meneliti fenomena savant mengatakan bahwa kondisi ini merupakan sesuatu yang langka dimana seseorang dengan kebutuhan khusus memiliki keahlian atau kemampuan yang sangat tinggi di suatu bidang dimana hal ini kontras dengan perkembangan keseluruhan individu tersebut. Sebagian besar individu dengan savant merupakan penderita autis, dan sebagian besar lagi merupakan individu yang mengalami brain injury, mental retardation dan gangguan perkembangan lainnya.

Pada tahun 2009, penelitian di Inggris yang dilakukan oleh Howlin dan rekan-rekannya menghasilkan fakta bahwa terdapat 20% individu savant dari populasi individu dengan autisme ( penelitian terhadap 137 subjek), dan jumlah ini menurut mereka dapat meningkat sampai perkiraan 30% karena saat penelitian dilakukan masyarakat masih memiliki stigma negatif terhadap penderita autis (meremehkan kemampuan mereka). Treffert sendiri menyatakan terdapat 1 individu savant diantara 10 penderita autis

Fenomena savant pernah diangkat ke layar lebar pada film berjudul “Rain Man”, berdasarkan kehidupan dari Kim Peek (individu savant dengan berbagai keterlambatan perkembangan – memiliki kemampuan speed reading dan berhitung yang luar biasa). Selain Kim Peek, terdapat nama Temple Grandin, penderita autis yang saat dewasa menyandang gelar doktor di bidang animal science ( sebelumnya mendapat gelar bachelor di bidang psikologi, dan master di bidang animal science)

Kim Peek dan Temple Grandin hanya sebagian kecil individu dengan savant yang dapat mengembangkan potensi mereka sampai pada tahan yang luar biasa. Di saat kita membuka mata untuk memandang secara positif individu berkebutuhan khusus, bukan tidak mungkin kita akan menemukan mutiara di dalam diri mereka.

oleh Fuye Ongko, M.Psi

Hari Anak Nasional pada tahun 2010 berlalu biasa-biasa saja, walaupun perkembangan dunia anak sudah sedemikian luar biasa. Era anak-anak sudah berubah, di jaman 70-80an kita belum paham benar mengenai mesin yang dinamakan komputer. Saat ini, sejak usia sekolah dasar , anak-anak (terutama di kota-kota besar) sudah paham bagaimana menggunakan internet . Facebook bukan benda asing lagi bagi mereka.

Masa kanak-kanak 3 dekade yang lalu masih dipenuhi dengan permainan-permainan tradisional yang bisa dimainkan bersama-sama. Saat ini anak cenderung berkembang menjadi pribadi yang individualis karena terbiasa dengan permainan-permainan elektronik yang umumnya dimainkan oleh satu orang atau dua orang saja.

Televisi si kotak ajaib tetap menjadi idola anak. Hanya menu di dalamnya yang berubah. Kalau dulu kita masih disajikan berbagai tayangan yang mendidik seperti Unyil, Komo dan beberapa materi pelajaran sekolah (biasa ada di salah satu televisi pemerintah-yang sekarang sudah menjadi televisi swasta), saat ini anak dijejali dengan informasi dengan tingkat kedewasaan yang tidak sesuai umur mereka, dari sinetron bertema perselingkuhan, hamil di luar nikah sampai pada infotainment dengan berita-berita yang vulgar.

Satu hal yang masih sama dari jaman ke jaman , dan ini menjadi penentu masa depan di era berikutnya adalah peranan keluarga. Peranan figur Ayah dan Ibu tidak pernah berubah, figur-figur ini adalah teladan utama di dalam keluarga, bukan televisi atau internet. Kuatnya penanaman nilai dari figur orangtua akan membentuk karakter anak. Jadilah pahlawan bagi keluarga, matahari yang selalu dilihat oleh anak karena cahayanya yang hangat dan sinarnya yang selalu menerangi. Selamat memasuki era dunia anak yang baru!