oleh Fuye Ongko, M.Psi
Mengalami kelainan pada otak merupakan suatu hal yang berat bagi siapapun yang mengalaminya. Termasuk bagi seorang Kim Peek. Ia dilahirkan dengan kelainan pada otak (macroechepaly, kerusakan pada cerebellum, kelainan pada corpus callosum – menyebabkan penghubung otak kanan dan kiri terputus ) Berbagai kelainan ini menyebabkan terjadinya hambatan di beberapa aspek kehidupan Kim, ia baru bisa berjalan pada usia 4 tahun, ia juga mengalami hambatan dalam berosialisasi, serta adanya kelainan pada tingkat kognitif (IQ = 87, di bawah rata-rata dengan nilai subtest yang ekstrem, beberapa jatuh pada golongan retardasi mental, beberapa jatuh pada golongan tertinggi).

Kim dianugerahi kemampuan membaca dan ingatan yang luar biasa. Pada usia 18 bulan ia mampu menghafal isi buku, dan sampai akhir hidupnya (usia 58 tahun), Kim sudah menghafal 9000 buku. Kim mampu membaca dengan cara yang unik, mata kanan membaca satu halaman dan mata kiri membaca halaman yang lainnya. Memori Kim merekam 15 jenis bidang (secara mendalam), sejarah Amerika, karya Shakespeare, geografi, dan lain-lain.
Pembuatan film Rain Man yang terinsiprasi dari kehidupan Kim membawanya ke dalam popularitas. Film ini sendiri memenangkan Oscar pada tahun 1988. Kemampuan Kim dalam bersosialisasi pun mulai meningkat bersamaan dengan banyaknya wawancara yang harus ia hadiri dan berbagai acara TV yang ingin menghadirkan dirinya.
Melihat jalan hidup Kim Peek dapat membuat orang lain sedikit iri dengan apa yang ia miliki. Tetapi apakah terpikir bagaimana kekhawatiran orangtua Kim saat anaknya belum mampu berjalan ? (bahkan di usianya yang sudah 3 tahun), atau kecemasan mereka dengan penampilan fisik Kim yang abnormal. Hasil test IQ Kim juga tidak bisa dikatakan melegakan mengingat terdapat nilai-nilai yang secara ekstrem berada di golongan paling bawah.
Melalui kesabaran dan ketekunan keluarga dalam mendukung Kim, pada akhirnya kelainan otak yang ada di dalam dirinya tidak menjadi penyakit yang mengerikan, namun sebaliknya hal ini menjadi hadiah yang indah bagi masa depan Kim Peek.

