SmileKids Online

Your Best Partner in Maximising Your Children's Development

Archive for June, 2010


oleh Fuye Ongko, M.Psi

 

Di usia kanak-kanak Tajiri sangat terobsesi dalam mengumpulkan serangga. Ia yang kebetulan tinggal di daerah pedesaan hampir setiap hari bermain untuk mengumpulkan serangga. Karena obsesinya ini , Tajiri dijuluki Dokter Serangga oleh teman-teman sepermainannya. Tajiri didiagnosa menderita Asperger syndrome. Dimana penderita Asperger Syndrome umumnya memiliki minat yang berlebihan terhadap satu hal spesifik.

 

Menginjak usia remaja, Tajiri memiliki minat yang sangat kuat pada video game. Ia tidak hanya senang bermain video game, tetapi ia ingin tahu bagaimana sebuah game bisa bekerja. Ia sempat memenangkan kompetisi pencarian ide video game yang diadakan oleh Nintendo.

 

Obsesi-obsesi yang dimiliki oleh Tajiri membuatnya mengalami kesulitan di sekolah. Ia hampir tidak lulus sekolah karena terus memikirkan video games. Bahkan ia memutuskan tidak melanjutkan sekolah. Tajiri hanya mengikuti sekolah tehnik selama 2 tahun.

 

 

Satoshi Tajiri si dewa Pokemon

 

 

 

Sejak usia 17 tahun, Tajiri aktif menulis di majalah-majalah game. Ia juga terlibat dalam pembuatan beberapa game milik Nintendo. Puncaknya adalah ketika ia berhasil mengembangkan game Pokemon. Game ini betul-betul meledak di pasaran dan menyelamatkan pasar Game Boy (alat permainan buatan Nintendo) yang hampir bangkrut.

 

Pengetahuannya yang mendalam akan serangga dan fanatismenya terhadap game membuat Pokemon menjadi game yang masuk dalam kategori terbaik dan menciptakan wabah Pokemania di tahun 1999 sampai tahun 2000an.

 

Sampai saat ini Tajiri masih dalam obsesinya untuk terus mengembangkan game, ia bisa bekerja selama 24 jam dalam sehari.


oleh Fuye Ongko, M.Psi

 

Kesulitan belajar atau umumnya disebut learning disabilities adalah gangguan dengan tingkatan yang berbeda-beda yang berkaitan dengan penangkapan informasi atau belajar. Pada umumnya kesulitan belajar dibagi dalam 4 golongan yakni :

 

Dsylexia : kesulitan dalam memproses informasi bahasa

Dyscalcula : kesulitan dalam memproses informasi matematis

Dysgraphia : kesulitan yang mempengaruhi kesulitan dalam menulis

Non verbal learning disability :kesulitan dalam koordinasi motorik

 

Anak yang mengalami learning disabilities memiliki karakteristik :

-          tingkat kecerdasan pada taraf rata-rata, bahkan lebih.

-          Memiliki kemampuan adaptif yang baik (mandiri sesuai usianya).

-          Kesulitan belajar yang dialami bukan disebabkan karena masalah fisik atau emosi.

 

Dari karakteristik di atas terkadang orangtua menjadi bingung, anak yang tidak memiliki masalah apa-apa, kenapa kok tidak bisa membaca dengan baik? Padahal IQ nya bagus dan tidak ada gangguan emosional.

 

Anak dengan kesulitan belajar, berdasarkan hasil penelitian dari Dr. Sally E Shaywitz dari Universitas Yale, mengalami gangguan secara neurologis. Dimana hal ini berarti anak mengalami kesulitan dalam menangkap dan memproses informasi berupa stimulus visual atau audio. Mereka dapat melihat dan mendengar , namun kesulitan untuk memproses informasi tersebut. Anak dengan kesulitan belajar bisa saja sangat baik dalam membaca tapi sangat buruk dalam mengeja (disebabkan karena pengorganisasian informasi yang kacau).

 

Penanganan , terutama dalam bentuk kurikulum belajar, perlu disesuaikan bagi anak dengan kesulitan belajar. Remedial akan sangat membantu bagi anak-anak ini.

oleh Fuye Ongko, M.Psi

 

Gangguan ini mendapatkan nama sesuai dengan nama penemunya yaitu Hans Asperger, seorang dokter dari Vienna di tahun 1944. Asperger’s Syndrome adalah gangguan neurologis yang secara mendasar mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bersosialisasi secara memadai. Gangguan ini mempengaruhi kemampuan kognitif, sensori maupun sosial dari seseorang.

Sampai saat ini penggolongan Asperger’s Syndrome masih menjadi kontroversi. Sebagian ahli menganggap hal ini merupakan bagian dari spektrum autis , tergolong high functioning autism. Sebagian lagi menganggap Asperger’s Syndrome merupakan salah satu tipe dari nonverbal learning disability.

memiliki minat sangat spesifik


Karakteristik individu dengan Asperger’s Syndrome adalah sebagai berikut :

 

-          memiliki tingkat kecerdasan paling sedikit rata-rata dan memiliki kemampuan yang sangat tinggi di bidang tertentu.

-          pada anak-anak mereka terlihat sangat terobsesi pada suatu bidang tertentu. Menjadikan mereka seperti proffesor kecil. Mereka terus berbicara mengenai hal tersebut.

-          kurang menyadari adanya batasan pada jarak sosial. Berdiri terlalu dekat dengan orang lain dan tidak mengerti mengapa orang lain merasa tidak nyaman akan hal tersebut.

-          kurang tertarik dalam berdialog. Lebih terlihat bermonolog, atau berbicara sendiri mengenai topik yang ia ingin bicarakan.

-          sangat kaku terhadap perubahan. Bisa marah karena barang-barangnya dipindahkan.

-          sangat sensitif terhadap gangguan seperti suara tetesan air, dan lain-lain (oversensitive senses)

-          berbicara dengan nada suara yang monoton.

 

Bila tidak diarahkan dengan baik, anak dengan Asperger’s Syndrome akan menderita depresi karena sulit untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. Mereka kerap menjadi korban bullying karena dianggap aneh.

Sebaliknya melalui bimbingan yang tepat, mereka akan berkembang menjadi ahli-ahli di bidang yang sangat spesifik. Usahakan untuk selalu memberikan pujian secara jelas bila anak ini melakukan respon sosial yang baik . Contoh : “ Budi, saya sangat menghargai saat kamu mau membagi kue dengan temanmu “. Selain itu jangan lupa untuk selalu memberitahukan jadwal harian kepada anak, juga mengantisipasi bila terjadi perubahan jadwal.

oleh Fuye Ongko, M.Psi

Debbie Phelps mengalami kesulitan yang teramat sangat dengan anaknya Michael. Anak laki-lakinya ini terlalu aktif dan seperti tidak pernah kehabisan energi. “tidak pernah duduk diam, tidak pernah menutup mulutnya, selalu bertanya, melompat kesana kemari” demikian komentar Debbie saat mengingat masa kecil Michael. Awalnya Debbie hanya berpikir kondisi itu umum terjadi pada anak laki-laki.

Michael Phelps kebanggaan Amerika

Pada usia 9 tahun, melalui pemeriksaan secara mendetail, diketahui bahwa Michael menderita ADHD. Michael harus mengikuti berbagai terapi. Debbie juga berusaha memadatkan jadwal Michael, termasuk mengikutkan Michael pada kegiatan berenang. Kegiatan ini terbukti efektif untuk penyaluran keaktifan Michael.

Sejak usia 11 tahun, Michael tidak menjalani terapi yang menggunakan obat-obatan. Melainkan lebih fokus pada kegiatan berenang dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Prestasi Michael di dunia renang tergolong menakjubkan. Ia meraih banyak predikat juara. Dan yang paling dikenang orang ialah ketika ia berhasil memperoleh 8 medali emas pada Olimpiade Beijing 2008. Tidak habis sampai disitu, pada kejuaraan dunia renang 2009 , ia memenangkan 6 medali emas. Sampai saat ini Michael Phelps terus berprestasi di dunia renang.

Namun demikian gejala-gejala keaktifannya tetap muncul. “Michael masih tampak seperti dulu, mudah berpindah tempat, terus menerus mengetik pesan singkat, sambil berbicara kepadaku. Tetapi aku menyayanginya” , ujar Debbie Phelps.