SmileKids Online

Your Best Partner in Maximising Your Children's Development

Archive for May, 2010

Oleh : Fuye Ongko, M.Psi

 

Saat anak mengalami keterlambatan bicara, orangtua cenderung takut anak mengalami gangguan autis. Karena ciri dari gangguan autis sendiri salah satunya ialah adanya keterlambatan dalam berbicara.

Anak yang mengalami keterlambatan bicara juga terkadang memiliki kemampuan kontak sosial yang di bawah rata-rata anak seusianya, sehingga tampak anak kurang mampu bersosialisasi dimana hal ini juga salah satu ciri dari gangguan autis.

Perlu dipahami bahwa perkembangan bahasa terdiri dari 2 bagian besar yakni bahasa reseptif dan bahasa ekspresif. Bahasa reseptif ditandai dengan kemampuan seseorang dalam memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain baik secara verbal maupun non verbal, biasanya informasi tersebut lebih berupa instruksi. Sedangkan bahasa ekspresif ialah penyampaian informasi secara verbal berupa kata atau kalimat.

Anak dengan keterlambatan bicara umumnya memiliki kemampuan bahasa reseptif yang lebih baik daripada anak dengan gangguan autis namun bila kemampuan bahasa ekspresifnya tidak segera ditingkatkan maka kemampuan bahasa reseptif anak juga tidak meningkat sehingga untuk instruksi atau pemahaman lebih lanjut akan sulit dimengerti oleh anak.

Anak dengan keterlambatan bicara bila tidak segera mendapat penanganan yang sesuai akan mengalami penurunan dalam kemampuan sosialisasi. Hal ini bukan disebabkan karena adanya gangguan klinis tetapi lebih disebabkan karena menurunnya rasa percaya diri anak sehingga anak cenderung lebih suka bermain sendiri atau menarik diri dari lingkungan sosial (karena tidak paham apa yang dibicarakan oleh orang lain).

Gangguan dalam mengontrol emosi juga dapat menyertai anak yang mengalami keterlambatan bicara. Hal ini sekali lagi bukan disebabkan karena hal yang bersifat klinis tetapi karena anak sulit mengungkapkan perasaannya (menjadi tidak sabar karena orang lain tidak memahami maksudnya) sehingga ia memilih melakukan tindakan agresif seperti memukul dan lain-lain.

Melalui pelatihan dan pemberian stimulasi secara intensif, keterlambatan bicara dapat diatasi. Anak akan segera mengejar ketertinggalannya dalam hal sosialisasi dan lainnya.