oleh Fuye Ongko, M.Psi
Perkembangan jumlah dan jenis sekolah sudah semakin pesat. Dari yang berjenis konvensional sampai pada tipe-tipe sekolah dengan pola pengajaran yang mengadaptasi sistem pendidikan di luar negeri , dengan ciri memberi banyak kebebasan untuk anak, pengajaran yang lebih child centered, penggunaan bahasa asing sebagai bahasa pengantar, dan lain-lain.
Terdapat dua hal penting dari dalam diri anak untuk menentukan jenis sekolah yang tepat baginya yakni : tingkat kecerdasan dan kematangan emosional (tingkat kedewasaan).
Tingkat kecerdasan tetap memegang peranan penting dalam keterlibatan pada kegiatan akademik. Bila tingkat kecerdasan anak tergolong tinggi, berarti kapasitasnya dalam menerima dan mengolah informasi yang diberikan akan memadai dan membuatnya mampu menyesuaikan diri (secara akademik).
Sekolah tidak hanya melulu mengenai prestasi akademik, namun terdapat juga hal penting lainnya seperti pergaulan, pelajaran mengenai etika dan ketaatan, disiplin, dan lain-lain. Anak dengan tingkat kematangan emosional yang mencukupi akan mudah untuk menyesuaikan diri dengan tekanan yang ada di sekolah. Pada kasus anak yang lompat kelas (akselerasi), seringkali anak malah menjadi stres, karena di satu sisi ia sangat cerdas dalam hal akademik namun kematangan emosinya masih sangat kurang (contoh anak usia 5 tahun belum mengerti peraturan tetapi sudah masuk sekolah dasar).
Bila kedua faktor yang ada berada pada posisi yang memadai, maka tidak sulit untuk mencari sekolah bagi anak. Bila terjadi defisit pada salah satu faktor yang ada, orangtua tidak perlu terlalu memaksakan anak untuk belajar di sekolah dengan tuntutan berprestasi yang tinggi. Orangtua dapat mempertimbangkan untuk memasukkan anak pada sekolah-sekolah dengan tuntutan akademik yang cukup atau ke sekolah dengan sistem pendidikan yang lebih child centered
Untuk mengetahui potensi kecerdasan serta tingkat kedewasaan anak, orangtua dapat melakukan assessment pada klinik tumbuh kembang anak. Hasil berikut keterangan yang didapat akan sangat membantu orangtua untuk memasukkan anak ke sekolah yang tepat. Melalui profil psikologis yang ada, tidak jarang terungkap juga masalah-masalah emosional yang dialami oleh anak.
Penulis adalah Psikolog SmileKids


Bu, saya mempunyai anak laki-laki, nov ini baru umur 11, skrg kls 6 SD. Ia gampang bergaul. Yang saya amati sepertinya ia kurang mempunyai kematangan emosi. Kalau ingin sesuatu kdg masih merengek. Kalo tdk menyukai sesuatu dia suka menendang2kan kakinya. Ia masih suka sekali dengan mainan. Ego dia masih tinggi karna dia anak tunggal. Dibanding dg sepupunya, pemikirannya masih polos, anak2 sekali. Dia krg suka kalo kita tanya2 ttg pendapatnya. Apa yang sebaiknya saya lakukan? terima kasih